Daun Kelor atau Roo Parongge

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Daun Kelor atau Roo Parongge

Post by Admin on Tue Apr 17, 2012 11:00 am


Tanaman kelor merupakan perdu dengan tinggi sampai 10 meter, berbatang lunak dan rapuh, dengan daun sebesar ujung jari berbentuk bulat telur dan tersusun majemuk. Tanaman ini berbunga sepanjang tahun berwarna putih, buah besisi segitiga dengan panjang sekitar 30 cm, tumbuh subur mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 700 m di atas permukaan laut. Menurut sejarahnya, tanaman kelor atau marongghi (Moringa oleifera), berasal dari kawasan sekitar Himalaya dan India, kemudian menyebar ke kawasan di sekitarnya sampai ke Benua Afrika dan Asia-Barat.

Bahkan, di beberapa negara di Afrika, seperti di Etiopia, Sudan, Madagaskar, Somalia, dan Kenya, sekarang mulai dikembangkan pula di Arab Saudi dan Israel, menjadi bagian untuk program pemulihan tanah kering dan gersang, karena sifat dari tanaman ini mudah tumbuh pada tanah kering ataupun gersang, dan kalau sudah tumbuh maka lahan di sekitarnya akan dapat ditumbuhi oleh tanaman lain yang lebih kecil, sehingga pada akhirnya pertumbuhan tanaman lain akan cepat terjadi.
Bagi masyarakat Bima, Daun kelor sudah sangat akrab sebagai sayur dan pohon-pohon kelor ini banyak digunakan sebagai tanaman pagar di halaman-halaman warga maupun di kebun-kebun. .Bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan sayur daun kelor antara lain : 3 ikat daun kelor (sebagai patokan: ikatan daun katuk), 1 genggam tauge pendek, 1 ikat kangkung, 5 butir bamea (Okra, jenis sayuran banyak terdapat di Timur Tengah dan Pakistan), 5 butir bawang merah (potong-potong), 1 batang tamu kunci (potong-potong), dan 2 liter air. Bumbu-bumbunya cukup sederhana yaitu Garam secukupnya, Gula secukupnya, dan Penyedap rasa sedikit bila suka.
Cara Membuatnya yaitu Siangi daun kelor (rontokkan daunnya), kangkung dipotong sepanjang 2cm, bamea dipotong-potong sepanjang 1cm. Campur dan cuci semua bahan-bahan kecuali bamea dicuci tersendiri.Rebus dua liter air sampai mendidih, masukkan semua bahan kecuali okra yang dimakkan setelah beberapa menit untuk menghindari agar okra tidak terlalu berlendit. Masukkan garam dan gula secukupnya, masak terus sampai sayur matang. Angkat dan hidangkan dengan uta puru dan sambal dhocho mange.


Jika sebelumnya kita sudah berbagi tentang salah satu kuliner yang ada di bima yaitu uta maju maka kali ini untuk melengkapin masakan bima kita akan membahas roo parongge atau daun kelor. Masihkah kita di Dana Mbojo mengkonsunsi sayur daun kelor/ro’o parongge??? Kami dari perantauan jauh dari dana Mbojo sangatlah rindu dengan masakan sayur ro’o parongge. Sayuran yang cukup simple yang hanya dengan bahan seadanya: daun kelor/ro’o parongge dengan garam dan micin secukupnya, dan ada pula yang lebih kreatif dengan menambahkan berbagai macam sayuran lainnya.
Jika anda mempunyai istri atau suami orang bima maka hidangkan lah sayur parongge ini pasti mereka akan senang dan tambah sayang, namun sayangnya Daun kelor/ro’o parongge oleh orang-orang tanah jawa biasanya dibuat untuk campuran dalam memandikan mayat dan sebagai penangkal ilmu hitam ternyata menyimpan berbagai macam kandungan. Tamanan yang cukup di kenal dimata dou dana Mbojo ini sekarang berubah menjadi tanaman bernilai ekonomi yang diminati pengusaha luar negeri antara lain Jepang, tetapi juga peribahasa “dunia tidak selebar daun kelor” ternyata menjadi “pohon kelor merambah bisnis dunia”.

Minat pengusaha Jepang untuk membuka kebun kelor seluas 10.000 ha karena mereka membutuhkan hasil dari tanaman tersebut untuk bahan kosmetika, obat-obatan sampai ke minyak goreng dan pelumas, terutama dari daun dan bijinya.

avatar
Admin
Admin

Jumlah posting : 86
Poin : 221
Reputasi : 0
Join date : 31.01.12
Age : 38
Lokasi : Bima

Lihat profil user http://mbojonet.blogspot.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik