Demo Tolak Kenaikan BBM, Massa Sandera Mobdin

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Demo Tolak Kenaikan BBM, Massa Sandera Mobdin

Post by Admin on Tue Mar 27, 2012 6:05 pm



Bima, KM Sarei Ndai.-

Rencana pemerintah untuk menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), per 1 April mendatang terus mendapat reaksi dari sejumlah elemen masyarakat. Salah satunya, aksi yang digelar ratusan mahasiswa dan elemen lainnya di perempatan Talabiu Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Selasa (27/3).

Dalam aksi tersebut, massa sempat menyandera mobil dinas (mobdin) dengan Nomor Polisi (Nopol) EA 90 XA yang hendak melintas di lokasi tersebut. Selain itu, massa juga sempat menyandera mobil tangki yang memuat BBM dan merusak kaca spion salah satu mobil dinas lainnya.

Aksi berlangsung di tiga titik yakni, di Bandara M Salahuddin Bima dan jalur depan kampus Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Bima dan di perempatan Desa Talabiu Kecamatan Woha.

Aksi dimulai sekira pukul 10.30 Wita dan berakhir sekira pukul 13.30 Wita, setelah tuntutan mereka untuk menghadirkan anggota DPRD di lokasi aksi terpenuhi.

Pantauan KM Sarei Ndai, saat aksi berlangsung, beberapa kali sempat terjadi ketegangan antara massa aksi dengan pengguna jalan. Pasalnya, massa aksi sempat menutup akses jalan. Akibatnya, arus transportasi di lokasi itu lumpuh total dan terjadi kemacetan hingga beberapa kilometer.

Saat penyanderaan mobdin, massa nyaris emosi dan merusak mobil dimaksud. Namun, suasana dapat diatasi dan mereka hanya menyandera mobil. Sementara supir mobil segera dievakuasi oleh petugas keamanan.

Sejumlah aparat Polres Bima dibantu aparat Polsek Woha dan beberapa angota TNI terlihat di lokasi untuk mengawasi jalannya aksi.

Dalam orasinya, massa menuding pemerintahan Sosilo Bambang Yudhoyono (SBB)-Budiono tidak berpihak terhadap rakyat miskin. Kedua pimpinan Negara itu dinilai hanya berpihak pada kaum kapitalis yang menguasaai perekonimian Indinesia. “Karena secara otomatis, kenaikan BBM juga menyebabkan harga sembako naik. Inilah yang tidak kita inginkan,” teriak salah seorang orator.

Saat aksi berlangsung, massa yang tergabung dalam beberapa organisaai mahasiswa itu mendesak kehadiran anggota DPRD Kabupaten Bima. Mereka meminta Dewan menandatangi pernyataan sikap, menolak kenaikan harga BBM. Para mahasiswa bahkan, memberikan limit waktu kepada aparat polisi untuk memfasilitasi pertemuan dengan anggota Dewan setempat. “Jika tidak, kami sepakat akan merusak mobil yang kami sandera,” ancamnya.

Hingga batas waktu yang ditentukan yakni, sekira pukul 12.00 Wita, anggota Dewan yang diharapkan akhirnya hadir di lokasi. Hanya saja, yang menemui massa aksi hanya satu orang yakni, Ahmad Yani dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Di hadapan massa aksi, Ahmad Yani menegaskan, secara pribadi partainya menolak kenaikan BBM oleh pemerintah. Kata Ahmad Yani, dari sejumlah partai di Dewan, hanya tiga partai yang menolak kenaikan harga BBM yakni, Partai Hanura, Partai Demokrasi Perjuangan (PDI-P) dan Partai Gerindra.

Yani berharap, setelah adanya pernyataan sikap dari pihaknya, massa aksi bersedia membuka akses jalan, mengingat jalur tersebut merupakan roda perekonomian masyarakat. “Kita juga harus memperhatikan kebutuhan rakyat, karena jalur ini merupakan akses utama perekonomian masyarakat kita,” katanya.

Massa akhirnya membubarkan diri dan membuka akses jalan setelah anggota Dewan menandatangani penyataan sikap yang ditulis tangan oleh mahasiswa di lokasi aksi. Massa aksi berjanji, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, mereka siap menggelar aksi yang lebih besar pada 1 April mendatang dengan menduduki sarana vital, Bandara M Salahuddin Bima. (Yad)

kampungmediasareindai

avatar
Admin
Admin

Jumlah posting : 86
Poin : 221
Reputasi : 0
Join date : 31.01.12
Age : 38
Lokasi : Bima

Lihat profil user http://mbojonet.blogspot.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik